Kamis, 27 Februari 2014

Manusia Lia Bua

pengumuman tentang penemuan manusia homo floresiensis tahun 2004 menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. sia-sia manusia ditemukan di sebuah gua liang bua oleh tim peneliti gabungan indonesia dan australia. sebuah gua permukiman prasejarah di flores. liang bua bila diartikan  secara harfiah merupakan sebuah gua yang sangat lebar dan tinggi dengan permukaan tinggi dengan permukaan yang datar, yang merupakan bermukim yang nyaman bagi manusia pada masa praakasara. hal itu bisa  diliat dari kondisi lingkungan sekitar gua yang sangat indah

Manusia Wajak

Manusia Wajak (Homo wajakensis) merupakan satu-satunya temuan di indonesia yang untuk sementara disejajarkan perkembanganya dangan manusia modern awal dari akhir kala pleistosen. pada tahun 1889, manusia wajak ditemukan oleh B.D. van reistschoten di sebuah ceruk dilereng pegunungan karst dibarat laut campurdarat, dekat tulunganggung, jawa timur.

Jenis homo

Fosil jenis homo ini pertama diteliti oleh Von reitschoten di Wajah. peneliti dilanjutkan oleh eugene ddubois bersama kawan-kawan dan senyimpulkan sebagai jenis homo ciri-ciri jenis manusia homo ini muka lebar, hidung dan mulutnya menonjol. dahi juga masih menongol, sekalipun tidak semenonjol jenis pithecantharopus. bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia selaramg. hifup dan perkembang jenis manusia ini sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu. tempat-tempat penyebarannya tidak hanya di kepulauan indonesia tetapi juga di filipina dan cina selatan.

Jenis Pithecanthropus

Jenis manusia ini didasarkan pada penelitian Eugene Dubois pada tahun 1890 didekan Trinil, sebuah desa dipinggiran bengawan solo, diwilayah ngawi selatan, setelah direkontruksi terbentuk kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda-tanda kera. oleh karena itu jenis ini dinamakan pithecanthropus erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak, jenis ini juga ditemukan di mojokerto, sehingga disebut pithecanthropus mojokertensis. jenis manusia purba yang terkenal sebagai rumpun homo erectus paling banyak ditemukan di indonesia diperkirakan jenis manusia purba ini hidup dan berkembang sekitar zaman pleistosen tengah.

Jenis Meghanthropus

Jenis manusia purba ini terutama berdasarkan penelitianVon koenigswald di sangiran tahun 1936 dan 1941 yang menemukan fosil rahang manusia yang berukuran besar. dari hasil rekontruksi kemudian para ahli menamakan jenis manusia ini dengan sebutan Meghanthropus paleojavanicus, artinya manusia raksasa dari jawa. jenis manusia purba ini memiliki ciri rahang yang kuat dari badannya tegap diperkiraan makanan jenis manusia ini adalah tumbuh tumbuhan. masa hidupnya diperkirakan pada zaman pleistosen awal.